ANYEONG HASEYO

ALL ABOUT KOREA ADA DISINI...

Rabu, 28 Desember 2011

Sinopsis 49 Days Episode 3 part 1

Diawali dengan ringkasan ep 1-2, sampai JH-Kyung memergoki Min Ho dan In Jung bertemu bersama yang membuatnya syok.
Dalam kamar hotel, Min Ho berlutut di depan In Jung dan usul untuk makan dulu. In Jung tidak mau karena masih syok dengan kejadian yang menimpa Ji Hyun, ini seharusnya tidak terjadi.

Min Ho tetap memesan makanan dan duduk di samping In Jung. In Jung bingung, apa yang kita lakukan?

Di luar, JH-Kyung masih syok dan baru menyadari kalau itulah yang membuatnya kecelakaan.

Staf room service datang membawa makanan dan ia mengira JH-Kyung sakit. Staf hotel tanya apa ini kamar JH-Kyung, bukan, kata JH-Kyung.
Staf itu heran, kalau begitu apa yang ia lakukan di depan kamar orang lain?

Suara mereka didengar Min Ho dan In Jung. Min Ho tanya apa In Jung bertemu dengan orang yang ia kenal? Tidak, kata In Jung.

Min Ho keluar, tapi JH-Kyung sudah pergi. Staf hotel berkata kalau seorang wanita aneh duduk di depan kamar mereka, dan menunjukkan arah pergi JH-Kyung.

Min Ho mengejarnya, tapi JH-Kyung sudah masuk ke lift. JH-Kyung melihat Min Ho mendekat dan panik.

ia membalikkan punggungnya. Untung pintu lift cepat tertutup.

Jadi, ketika Min Ho sampai di depan lift, pintu sudah tertutup dan lift sudah mulai turun.

Min Ho kembali dan membayar makanan serta tips. Lalu ia menemukan ornamen kecil dari sepatu JH-Kyung.

In Jung tidak mengerti, bagaimana Min Ho bisa mencari stempel milik Ji Hyun di saat seperti ini.

Min Ho berkata kalau ayah Ji Hyun tidak bisa fokus pada tanah milik Ji Hyun, sehingga ia harus cepat2 mengklaim tanah itu sebelum ayah Ji Hyun menyadari apa yang terjadi.

In Jung tidak bisa melakukannya. Min Ho mendesaknya, kau harus melakukannya. In Jung berkata sepertinya hatinya akan hancur, Min Ho dengan dingin berkata, hatimu tidak akan terbelah.

In Jung menangis dan mulai berpikir kalau Ji Hyun koma karena mereka. Flashback..

Saat Min Ho dan Ayah Ji Hyun pergi dan pamit pada In Jung, Min Ho memberikan pandangan berarti saat akan menutup pintu..

Lalu In Jung turun dari taksi dan masuk ke mobil Min Ho.
Min Ho tanya apa In Jung merasa susah, dan In Jung minta Min Ho berhenti, karena ia tidak bermaksud untuk bertindak sejauh ini, ia mengajak Min Ho lari saja.

Min Ho tidak mau, ini bukan sesuatu untuk disesali.

Tiba-tiba ponsel In Jung bunyi, ternyata Ji Hyun. Mobil mereka berhenti di lampu merah.

Kebetulan mobil Ji Hyun juga di lampu merah seberang jalan. Saat itulah Ji Hyun melihat keduanya.
Min Ho mencium tangan In Jung lalu merangkulnya, dan minta In Jung bersabar untuk beberapa hari.

Kembali ke masa kini,
In Jung curiga Ji Hyun melihat mereka, karena lokasi kecelakaan Ji Hyun dekat dengan lokasi mereka bertemu.

Min Ho tetap tidak mau berhenti, meskipun Min Ho tahu ini berat bagi In Jung. Tapi jika kita berhenti disini, akan jadi seperti apa kita. Aku bukan tipe orang yang akan berhenti seperti itu, kau mau melanjutkan-nya atau tidak, aku tetap harus melakukannya.

In Jung menangis, ia tidak bisa melakukannya. Min Ho membujuk-nya, pikirkan mengapa kita memulai ini, mengapa kita berakhir seperti ini, jika kita lari sekarang, apa kita bisa bahagia? Apa itu akan membawa Ji Hyun kembali?

JH-Kyung meninggalkan hotel dan lari terus. Sampai di taman, ia menekan tombol darurat, tidak hanya sekali. Tapi buerkali-kali :)

Scheduler muncul, sepatu merahnya dulu yang kelihatan dan berkata kalau JH-Kyung sudah menyiksa tombol darurat itu.

JH-Kyung murka, kau tahu..kenapa aku bisa kecelakaan, kau tahu!!

JH-Kyung marah, kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau aku kecelakaan karena kak Min Ho dan In Jung!

Scheduler jadi kelabakan hahaha..tapi kemudian ia berkata kalau tidak dapat mengatakan-nya karena itu "Rahasia Surga".

JH-Kyung : Rahasia Surga?

Scheduler merasa tidak mungkin JH-Kyung tidak tahu arti kata2 itu, ia bahkan menggoreskan kanjinya di tangannya, tapi JH-Kyung melihat ke arah Scheuler dan menangis.

Scheduler sepertinya pusing, kenapa para gadis suka menangis. JH-Kyung : Jadi kau tahu, tapi tidak mengatakannya padaku.

Scheduler punya alasan dan aturan yang harus ia patuhi. JH-Kyung menangis dan teriak, aku melihat keduanya di hotel.
Scheduler : Cukup, aku tidak peduli kondisinya. Ia tidak tertarik untuk tahu semua urusan mereka.

Scheduler jalan pergi dan JH-Kyung mengejar, lalu menahan lengannya. JH-Kyung ingin tahu kapan mereka mulai bertemu, bagaimana ia bisa sama sekali tidak tahu, bagaimana mereka bisa ada affair dan kenapa ia ingin menikah denganku jika Kak Min Ho bersama In Jung?

Scheduler tidak mengerti kenapa JH-kyung tanya hal itu padanya. Kenapa tidak mengetuk pintu dan tanya pada mereka saat mereka di dalam?

JH-Kyung meledek Scheduler, kau bilang aku tidak boleh mengatakan kalau aku adalah Ji Hyun. Kena lo!

Scheduler gelagapan, ah..itu benar. Ya kau sudah melakukan yang benar :) Jadi selesaikan masalahmu sendiri. Ia jalan pergi dan wow..wajah Scheduler kelihatan bersimpati pada Ji Hyun? surprise...
JH-Kyung masih meratapi nasibnya dan tiba2 Scheduler sudah di belakangnya lagi, lihat sini!

JH-Kyung kaget dan menoleh, yang kau cemaskan sekarang adalah bagaimana kau akan bertahan dalam 46 hari ini. Dan ia menghilang lagi.
JH-Kyung menunduk melihat surat keterangan kerja dari Hotel Seoul.

Di Cafe Heaven, Han Kang memandangi peta dimana proyek Min Ho akan dilaksanakan. (itu yang dimaksud dengan tanah Ji Hyun sepertinya)
Para staf bertaruh, kalau Yi Kyung tidak akan kembali, lalu Han Kang berdiri dan memukul mereka.

Istri Chef datang membawa makanan dan Chef menyambutnya dengan penuh cinta, membuat Han Kang dan dua staf lain geli.
Wanita itu berkata, ia tidak enak hati, karena ada gadis aneh diluar.

Han Kang ingin tahu dan jalan keluar. Ternyata itu JH-Kyung yang duduk berlutut di depan cafe, wajahnya blank.

Para staf mengintip dari pintu.

Han kang tanya apa yang dilakukan Yi Kyung disini, ia memanggil orang dan minta agar tas Yi Kyung dibawa keluar. Han kang ingin memecat Yi Kyung.

Tapi Yi Kyung mengulurkan surat keterangan itu. Tangannya gemetaran. Han kang melihatnya.
Han Kang berkata Yi Kyung terlambat, jadi ambil tasmu dan pergi.

JH-Kyung memberikan alasan kalau ia ketemu teman di hotel itu...dan tunanganku. Itulah mengapa..karena mereka bersama..Lalu suaranya gemetar karena menahan tangis.

Han Kang mengerti, ia hanya menghela nafas dan minta Yi Kyung pulang saja. Kembali kerja lagi besok.

Han Kang mengambil amplop dari tangan JH-Kyung, tapi tiba-tiba JH-Kyung jatuh pingsan. Semua staf langsung lari keluar.

Chef sudah berlutut dan siap menggendong JH-Kyung ke dalam, tapi istrinya tidak mengijinkannya :) kau tidak seharusnya menggendongnya, tapi pria muda yang harus melakukannya.

Istri Chef memandang Han Kang penuh arti. Han Kang bengong dan menunjuk wajahnya sendiri, Aku?!

Yah..akhirnya memang Han Kang yang menggendong JH-Kyung ke bawah, lalu dibaringkan di sofanya ^_^ (fans Jo Hyun Jae teriak hahaha)

Han Kang bicara sendiri, kau punya tunangan? Kau punya tunangan tapi masih ingin mendekati Min Ho? kau punya tunangan tapi dia membiarkanmu jalan seperti ini.

Lalu Han Kang membungkuk dengan tangan terlipat, mengamati wajah Yi Kyung. JH-Kyung menangis dalam tidurnya.
JH-Kyung bergerak dan Han Kang langsung menjauh, apa dia benar2 melihat tunangan dan teman-nya?

Staf cafe yang pria senang karena Yi Kyung benar2 punya bukti kerja di Hotel Seoul. Tapi staf wanita mencibir, ia tidak percaya. Chef tanya, kenapa tidak percaya.

Han Kang jalan ke arah mereka dan menanyakan sup. Istri Chef heran, Han Kang tidak suka sup. Suaminya berkata kalau ini pasti untuk Yi Kyung. Han Kang meminta istri Chef membuatkan sup untuk Yi Kyung, oya..nasinya yang banyak. Lalu jalan pergi.

JH-Kyung sadar dan kaget, ia melihat selimut ungu, apa Han Kang yang menyelimutinya? Lalu ia ingat saat Min Ho dan In Jung di hotel dan menangis. Aku di RS dan mereka ketemu di hotel. Selama ini aku tidak mengetahuinya...lalu JH-Kyung pergi.

Istri Chef baru saja akan memberikan sup dan nasi untuk Yi Kyung, tapi JH-Kyung sudah jalan keluar, tanpa mempedulikannya.

Han kang masuk ke ruangan bawah dan heran, kemana Yi Kyung. Chef masuk sambil membawa tasnya, dia bahkan meninggalkan tasnya. Pelayan wanita langsung mengambil tas JH-Kyung dan menumpahkannya.
Staf : Coba lihat apa isinya. Lalu dia menunjukkan kalau dompet JH-Kyung kosong melompong.
Han Kang melarangnya, tapi justru ia kaget.

Diantara barang-barang JH-Kyung, ia kenal satu benda. Peluit pink itu, yang dulu dipakai Ji Hyun untuk mengusir berandal.

JH-Kyung pulang lebih awal dan ia membiarkan pintu apartemen Yi Kyung terbuka sedikit, lalu berbaring.

Ji Hyun keluar dari badan Yi Kyung dan bergegas pergi. Tujuannya adalah ke kantor, menunggu In Jung pulang.

In Jung menunggu sampai kantor sepi dan ia ingat dengan kata2 Min Ho. Lalu In Jung mulai memeriksa laci Presdir/Ayah Ji Hyun dan sepertinya mencari stempel nama Ji Hyun.
In Jung keluar, dan Ji Hyun mengikutinya dengan pandangan marah.

Ji Hyun ikut naik bis, dan duduk di depan In Jung, ia teriak, Ya! bagaimana kau bisa selingkuh dengan kak Min Ho, apa kau yang pertama menyukainya? Ini konyol, lalu apa kak Min Ho mencoba merayumu duluan? Itu juga tidak masuk akal.

Bagaimana kalian bisa seperti ini? Mereka sampai ke rumah Ji Hyun.

Ji Hyun heran, kenapa In Jung ke rumahnya. Ji Hyun terus saja tanya, ini tidak benar kan, In Jung? Ini pasti karena ada yang harus kau dan kak Min Ho bicarakan, iya kan?

Ji Hyun masih terus tidak percaya, lalu ia ingat saat Min Ho mencium tangan In Jung, Ji Hyun jadi marah, Ya! dasar kau gadis brengsek, apa yang kau lakukan! In Jung seperti mendengar Ji Hyun sehingga mengagetkan Ji Hyun.

Pintu gerbang terbuka dan In Jung masuk. Tapi Ji Hyun tidak bisa ikut masuk karena In Jung menutupnya kembali.

Ji Hyun menekan tombol darurat, berkali-kali! Scheduler sebenarnya muncul di atap, bajunya merah lagi, tapi Ji Hyun tidak melihatnya dan terus saja menekan tombolnya.
Scheduler ngomel, aku tahu ia pasti akan melakukan ini. (Satu roh yang memusingkan ...)

In Jung menanyakan kondisi ibu Ji Hyun dan ternyata masih dalam kondisi lemah. In Jung minta pelayan meneruskan kerjanya dan ia bisa sendiri.
In Jung masuk ke kamar Ji Hyun dan membuka lacinya.

Ibu Ji Hyun masuk dan tanya apa yang dilakukan In Jung di kamar Ji Hyun. In Jung berkata ia memikirkan Ji Hyun dan datang kesini.

Ibu Ji Hyun : Kau seharusnya pergi ke RS mengunjunginya. Dia ada di RS.
In Jung : Karena kondisi Ji Hyun itulah...

Ibu Ji Hyun : Apa putriku meninggal? Kenapa kau ke kamarnya tanpa seijin-nya? Keluar dari sini, aku tidak suka kau memperlakukan putriku seolah-olah dia sudah mati.

Ayah Ji Hyun menemui dokter, yang juga adalah temannya. Ia ingin tahu, sampai kapan Ji Hyun seperti ini, kapan Ji Hyun akan sadar. Sebulan? setahun? 10 tahun? katakan padaku. Apa seorang dokter tidak bisa melakukan itu?

Dokter minta maaf. Ayah Ji Hyun menghela nafas, jadi kami hanya bisa menunggu?

Ayah Ji Hyun kembali ke kamar dan Min Ho sudah di situ. Min Ho berkata seharusnya Presiden mengatakan kalau akan keluar dan meninggalkan Ji Hyun sendiri seperti ini (huek!)

Ayah Ji Hyun berkata kalau ia baru saja menemui dokter dan ia tanya bagaimana dengan kontrak yang berhubungan dengan tanah Ji Hyun itu. Min Ho berkata ia sudah mengurusnya. Tapi masih ada sesuatu yang harus diselesaikan Presiden, kondisi Ji Hyun membuat Presiden belum dapat mengurusnya.

Min Ho menerima telp dari In Jung. Ternyata In Jung tidak dapat menemukan stempel dan ibu Ji Hyun tidak mengijinkannya masuk ke kamar Ji Hyun. In Jung pergi dengan taksi dan Ji Hyun terlambat lagi mengikutinya. Ji Hyun heran, apa In Jung bicara dengan kakaknya di desa?

Min Ho minta Ayah Ji Hyun pulang dan menjaga Ibu. Min Ho berkata akan menjaga Ji Hyun. Ayah Ji Hyun setuju, mungkin memang Ji Hyun ingin bersama Min Ho.

Lalu Min Ho mengantar ayah sampai pergi. Ia membungkuk dengan hormat. Begitu mobil Presdir berlalu, Min Ho langsung menyalakan remote mobilnya!

Ji Hyun menunggu Min Ho di parkiran apartemen. Lalu mengikuti Min Ho sampai ke dalam.

Ji Hyun terus saja bicara, aku tidak mengerti, kau kirim sms lebih dari 10 kali sehari, kau memberikan semua e-mailmu, ym, password dan juga yang rahasia, kau melakukannya. Aku tidak mengerti.
Ji Hyun melihat Min Ho memasukkan password untuk membuka pintu, dan Ji Hyun berkata dengan keras, itu tanggal ulang tahunku! Ji Hyun masuk lebih dulu kali ini dan jalan mundur sambil terus tanya pada Min Ho.

Ji Hyun berkata kalau Min Ho minta agar dirinya datang kapan saja dan mengatakan kodenya. Apa In Jung menyukaimu? Apa karena itu maka kau menyukainya?

Senin, 26 Desember 2011

Misteri Laut Yang Terbelah di Laut Korea Selatan

Anda pasti tahu kisah laut yang terbelah dua pada zaman Nabi Musa dan kerajaan Firaun. Saat itu Nabi Musa dengan mukjizat tongkatnya mampu membelah lautan luas. Nah, keajaiban laut yang terbelah dua, mirip yang terjadi pada kisah Nabi Musa dan Firaun ini, juga terjadi di Jindo, Korea Selatan. Bedanya, laut 'terbelah' di negeri ginseng itu merupakan fenomena alam yang terjadi akibat pasang surut air laut .



Seperti dilansir dari laman asiarooms, sebuah hamparan tanah dengan panjang sekitar 2,8 kilometer dan lebar 40 meter akan terbuka akibat surutnya air laut pada waktu-waktu tertentu. Saat kejadian tersebut, biasanya daerah laut ini dikunjungi orang-orang dalam jumlah besar. Sebuah festival khusus pun diadakan untuk memperingati kejadian alam yang merupakan fenomena unik di Korea Selatan tersebut.

Terjadinya laut yang terbelah tersebut, berdasarkan dongeng yang populer di Jindo, bermula ketika desa tersebut diserang harimau. Semua penduduk desa telah pergi ke desa Modo kecuali seorang wanita tua yang tinggal sendirian. Dalam keadaan putus asa, wanita tua ini berdoa kepada Dewa Laut agar membantunya dan terbukti Dewa menjawab doanya dengan membelah laut.

Namun, fenomena itu baru dikenal dunia ketika Pierre Randi, seorang Duta Besar asal Perancis untuk Korea mengunjungi negara tersebut pada tahun 1975 dan menulis tentang hal tersebut di koran Perancis. Sedangkan festival yang diberi nama 'Festival Pesta Laut Jindo' itu biasanya terjadi tiga kali dalam setahun, yaitu pada setiap bulan Maret, Mei dan Juli. Namun, dengan meningkatnya arus wisatawan yang antusias, maka festival diputuskan untuk diadakan juga pada setiap bulan April.

Sinopsis 49 Days Episode 2 part 2

Han Kang turun ke cafenya. Seorang pelayan memanggilnya Presiden dan Han Kang marah, berapa kali aku bilang jangan panggil dia Presiden. Karena tidak enak hati, maka Han Kang melampiaskan kemarahannya pada stafnya yang hanya diam.

Han Kang keluar lalu bertemu dengan JH-Kyung yang barusan masuk. Keduanya bertatapan, tapi JH-Kyung pura2 tidak kenal Han Kang karena sudah janji pada Scheduler.

Awalnya JH-Kyung hanya ingin ketemu dengan beberapa orang temannya, tapi karena mereka tidak ke cafe Han Kang, maka ia akan pergi. Hidungnya mencium aroma masakan dan perutnya main orkestra.

Akhirnya JH-Kyung makan pastanya, lahap sekali. Yang ia sisakan hanya daun basil, karena Ji Hyun tidak suka basil. Tiga pelayan menatapnya dengan heran, dia makan banyak sekali.

JH-Kyung selesai makan dan ia merasa lelah dan ngantuk. JH-Kyung baru sadar kalau uangnya tinggal 4000 Won.

Pelayan berkata kalau makan tanpa uang berarti dia melakukan kejahatan, dan mau memanggil polisi.

JH-Kyung melarangnya, jangan lakukan itu dan ia janji akan mengganti uang makanan-nya dengan kerja di situ. Pelayan tidak mau menanggapi. Siapa yang bilang?
JH-Kyun : Pemiliknya, mungkin?

Han Kang sebenarnya mendengarkan di sudut.
JH-Kyung mengaku dia kelaparan dan tidak tahan, makanya ia tidak berpikir tentang uang dan makan begitu saja. Ini sama sekali tidak ia sengaja.
Chef masuk dan berkata kalau pemilik minta JH-Kyung pergi saja.

JH-Kyung jalan pergi dan berkata sendiri, kalau ternyata Han Kang punya sisi yang baik juga, ia janji tidak akan melupakan kebaikan Han Kang kalau ia kembali nanti.

JH-Kyung sadar kalau ia tidak punya uang, dan ingat Scheduler berkata : Kau harus mendapatkan uangmu sendiri. Ia mengeluh dan mencari iklan lowongan kerja.

JH-Kyung kembali ke cafe dan menemui Han Kang. Ia ingin melamar kerja paruh waktu disitu. Agar ia bisa membayar makanan yang ia makan.
Han Kang berkata ia tidak butuh pelayan tambahan dan JH-Kyung tidak perlu membayar makanan.

JH-Kyung lalu mulai berkata kalau ia pengalaman kerja di hotel Seoul selama 2 tahun dan lulusan Hotel manajemen dll. Han Kang terus saja berkata ia tidak butuh pelayan.

JH-Kyung berkeras, ia harus kerja disini, ia terdesak. Han Kang juga berkeras, kalau ia tidak perlu staf lagi.

JH-Kyung mengejar Han Kang dan berkata, paling tidak ijinkan dia kerja selama 48 hari, tidak seminggu saja. apa aku bisa kerja satu minggu saja?

Han Kang heran, lalu menyadari kalau JH-Kyung menggerakkan jarinya persis seperti Ji Hyun. Tiba-tiba Han Kang mengeluarkan uang 200 ribu Won dalam bentuk cek dan memberikan ke JH-Kyung.

JH-Kyung tersinggung dan berteriak kalau ayahnya berkata jangan pernah menerima uang dengan gratis.

Lalu jalan pergi sambil ngomel. Han kang sampai bengong.

Han Kang menyuruh pelayan mengejar JH-Kyung.
JH-Kyung masuk dan mendelik ke arah Han Kang, apa?

Han Kang tanya siapa namamu?
JH-Kyung memberikan nama Yi Kyung. Song Yi Kyung.
Han Kang : Kau kerja jam 11 pagi sampai tengah malam, upah 4000 Won perjam. Kalau kau datang besok, bawa CV-mu.

JH-Kyung senang sekali dan berterima kasih. Tapi ia kembali dan pinjam 2000 Won untuk biaya bis. Han Kang bengong.

JH-Kyung pulang dan tertidur di bis, ia ngantuk sekali. Jalan menuruni tangga dengan tersaruk-saruk. Lalu masuk ke apartemen Yi Kyung.

JH-Kyung bingung kemana ia akan menyembunyikan sampo dll ini. lalu ia membuka kotak di dekatnya, ia bersorak, isinya adalah baju2 yang bagus, sepatu, dll.

Sepertinya saat Yi Kyung masih "normal". Lalu JH-Kyung memasukkan sampo dll ke dalam kardus.

Ia membuka jaket dan ganti dengan baju yang tadi dipakai Yi Kyung.

Begitu JH-Kyung berbaring, roh Ji Hyun langsung terlempar keluar dari tubuh Yi Kyung.

JH-Kyung duduk bersandar di sudut dan siap tidur. Tapi tidak lama, ia membuka matanya lagi, Ji Hyun sama sekali tidak lelah, wow..roh dan daging memang beda honey.

Baru jam 20:25 dan Ji Hyun ingin tahu, apa yang harus ia lakukan, Ji Hyun mencoba menembus pintu, tapi tidak bisa. Ji Hyun bosan dan ingin keluar.

Ada pertunjukan musik rock RollingHall :) dan semua sedang asyik menari.

Scheduler ada disitu, menari dengan hot-nya diantara para gadis dan mengangkat tangannya..

Ji Hyun menekan tombol emergency-nya dan Scheduler langsung seperti kena setrum.

Scheduler tiba-tiba muncul. Ji Hyun masih kaget juga. Ada apa? Scheduler langsung melihat sekeliling. Kenapa kau memanggilku?
Ji Hyun : Tolong bukakan pintu.

Scheduler tidak percaya, kau ingin aku membuka pintu?

Tidak mungkin kau mengganggu waktu pribadiku yang berharga hanya untuk pintu itu, aku ingin percaya kalau kau tidak melakukan itu.

Ji Hyun : Bagiku, itu darurat. Aku harus pergi tapi aku tidak bisa membuka pintu.

Scheduler benar2 darah tinggi, kau tidak tahu kalau kau tidak bisa membuka pintu? kau tidak tahu kalau kau tidak bisa menyentuh!

Ji Hyun tidak mengerti, bukankah ia roh, seharusnya ia bisa jalan menembus pintu dan tembok. Kenapa dia seperti itu.
Scheduler menjelaskan, Ji Hyun belum benar2 mati jadi dia bukan roh sempurna.
Ji Hyun : Tapi kak Min Ho jalan menembusku.

Scheduler : Manusia di duniamu berpikir kalau kau sudah mati, itulah mengapa. Kau tidak bisa mengerti itu? Apa itu terlalu sulit?

Ji Hyun meraih lengan Scheduler dan mengajaknya keluar. Tapi Scheduler menolak dan menarik lengannya, Scheduler tidak ikut campur dengan urusan manusia.

Scheduler juga minta Ji Hyun yang meminjam tubuh Yi Kyung harus menyesuaikan diri dengan Yi Kyung.
Scheduler menghilang.
Ji Hyun teriak, Ya!
Scheduler muncul lagi, aku tidak akan membantumu jadi jangan mencariku atau meneleponku juga jangan mengirim pesan padaku (pager) Ia menghilang.

Ji Hyun kesal. Lalu Yi Kyung bangun. Ji Hyun mengamati Yi Kyung.
Ji Hyun melihat Yi Kyung membuat mie, ganti baju dan keluar.

Ji Hyun mengikuti Yi Kyung. Ji Hyun mengamati Yi Kyung dari seberang jalan. Yi Kyung naik bis

dan Ji Hyun juga, ia bisa naik bis gratis, dan ini membuat Ji Hyun senang.

Ji Hyun ke RS. Min Ho masih berdiri dekat jendela melihat keluar.
Ji Hyun mendekat : Oppa, apa ini benar aku? aku takut melihat diriku sendiri seperti ini.

Min Ho berbalik dan kembali di samping Ji Hyun. Ji Hyun berusaha menutup mata Min Ho, jangan melihatku, apapun perasaanmu padaku akan lenyap.

Min Ho tiba2 bicara : Ji Hyun..apa yang harus kulakukan?
Ji Hyun : Menangislah untukku. Ini hanya sehari tapi terasa terlalu lama, berikan dulu satu tetes air matamu dan kemudian katakan pada In Jung dan Seo Woo untuk cepat memikirkanku dan menangis.

Pria yang menyelamatkan Yi Kyung datang lagi dan membeli rokok. Ia langsung membayar tanpa harus menunggu Yi Kyung mengatakan harganya.

Pria itu tanya apa Yi Kyung baik-baik saja, apa dia merasa pusing atau tidak enak badan, jika kepalanya luka, Yi Kyung harus ke RS.
Yi Kyung ingat, dia pria yang menyelamatkannya.

Yi Kyung tanya, kau siapa?

Pria itu : Kau tidak mengenalku? selama 6 minggu, waktu yang sama, setiap hari, aku datang beli rokok.

Yi Kyung tanya berapa biaya RS dan memberikan 20 ribu Won, sisanya akan ia bayar besok.

Pria itu berkata ia juga bayar taksi. Yi Kyung berkata akan membayarnya besok. Dan lain kali, jangan ikut campur. Pria itu berkata akan kembali besok pagi dengan nota RS.

Ji Hyun duduk berlutut di depan rumah Yi Kyung.
Terdengar suara (ini kaya suara Tuan Park di SG haha), tinggal 47 hari 3 Jam dan 29 menit.
Yi Kyung datang dan masuk ke dalam, lalu tidur.

Ji Hyun segera masuk ke badan Yi Kyung. JH-Kyung langsung mandi dan senang sekali ketika menemukan hair dryer, ia mengenakan baju Yi Kyung yang bagus dan pergi.

JH-Kyung ke cafe Heaven lagi dan sekarang para staf bengong, mereka mengira Song Yi Kyung punya adik perempuan, karena terlihat lebih muda dari kemarin.

JH-Kyung : Tidak, aku tidak punya adik perempuan.

Han Kang minta CV Yi Kyung dan JH-Kyung memberikannya, lalu ia mulai kerja.

Dan JH-Kyung adalah pelayan terburuk yang pernah ada.
Menjatuhkan barang-barang, dan terus berkata, maafkan saya.

Lalu yang paling membuat Han Kang dan yang lain ngeri, JH-Kyung menjatuhkan pisau, ia tidak menukar pisau itu, tapi mengelapnya di celemek lalu dikembalikan ke pelanggan ..mantap jo :)

Ibu Ji Hyun marah2, ia stress dan menangis, melampiaskan kesedihan dan depresi pada suaminya.

Apa yang dilakukan putriku, kenapa ini terjadi, dosa apa yang dibuat anakku, dll Ayah Ji Hyun mencoba untuk menenangkan istrinya.
Ibu Ji Hyun marah-marah ke suaminya, apa yang kau lakukan sementara Ji Hyun seperti itu, kau ini ayahnya, apa yang kau lakukan?

Ayah Ji Hyun minta maaf. Istrinya masih marah, mengapa Ji Hyun harus mendapat kecelakaan disana, seharusnya Ji Hyun pergi pijat di lain tempat, kenapa ia pergi ke jalan besar dan mendapat kecelakaan.

Min Ho terkejut mendengar kata2 Ibu Ji Hyun. Ibu Ji Hyun masih menangis dan berkata bagaimana putrinya bisa seperti ini.

In Jung dan Seo Woo menenangkan Ny. Shin.

In Jung masuk ke kamar Ji Hyun dan memandangi oto dirinya dan Ji Hyun.
In Jung berbalik dan melihat gaun pengantin temannya itu, ia memegangnya dan menangis.

Ayah Ji Hyun teriak dan minta Min Ho pergi, karena sekarang Min Ho sudah tidak mandi, tidak ganti baju, dan menyedihkan.
Min Ho berkata ia akan pergi untuk mandi dan kembali lagi.

Ayah Ji Hyun minta Min Ho istirahat, ganti baju, makan dan kerja karena dia yang akan tinggal disini mulai sekarang. What a great daddy...

JH-Kyung tertidur di meja sambil mengelap meja.
Chef tanya ke Han Kang, apa sebaiknya menyuruh Yi Kyung ijin kerja saja.

Tapi Min Ho jalan masuk dan JH-Kyung langsung bangun dan memberi salam.
Jh-Kyung tanya apa Min ho mau makan, karena dia seperti orang yang tidak makan.

Han Kang duduk di samping Min Ho dan Min Ho minta minuman keras. Han kang tidak mengijinkan karena Min Ho belum makan. Min Ho tetap minta anggur.
Han Kang berdiri dan akan pergi mengambil minuman keras.

JH-Kyung muncul di dekat Min Ho dan tanya apa dia bisa mengambilkan potato salad atau sesuatu yang disukai Min Ho.
Min Ho kaget dan mengangkat wajahnya.
JH-Kyung berkata ia baru kerja kemarin dan memperkenalkan diri.

Min Ho berterima kasih karena Yi Kyung baik padanya, tapi ia hanya ingin sendirian.

JH-Kyung terlihat perhatian sekali pada Min Ho. Apalagi saat Min Ho minum banyak, JH-Kyung minta Min Ho tidak perlu minum seperti itu.

Han Kang mengamati JH-Kyung dan Min Ho, ia seperti tidak suka. Karena Han Kang selalu kalah ya (terutama dalam urusan cewek? haha)

Telp Min Ho berdering, sepertinya dari In Jung, tapi Min Ho tidak mengangkatnya.
JH-Kyung membawakan susu untuk Min Ho dan berkata : Minumlah dan semuanya akan baik-baik saja.

Han Kang tidak tahan lagi, ia memanggil asistennya/chef dan berkata untuk membebas tugaskan Yi Kyung malam ini. Hahaha..

Min Ho mengeluh, Ji Hyun tidak bisa berakhir seperti ini, ini tidak bisa terjadi.
Han Kang menepuk bahu Min Ho dan menghiburnya, semuanya akan baik-baik saja.

Min Ho masih berkata ini tidak bisa terjadi.

Ternyata JH-Kyung menunggu di luar. Han Kang dan sopir membantu Min Ho yang terlalu mabuk untuk masuk ke mobil.

Saat Han Kang mau memasukkan Min Ho ke mobil, Min Ho hampir jatuh, jadi JH-Kyung langsung lari dan menahan tubuh Min Ho.
Han Kang mendorong JH-Kyung ke samping wa...keduanya bertatapan dengan tajam.

Belum cukup, Han Kang akan pesan pada sopir, tapi JH-Kyung mendahuluinya. Ia memasukkan kepala ke dalam mobil dan berkata agar sopir menjaga Min Ho baik-baik.

Han Kang kaget, apa yang kau lakukan? Dia itu tunangan temanku, apa kau tertarik padanya?

JH-Kyung berkata kalau ia hanya mencoba ramah pada pelanggan.
Han Kang : Jadi kau menunggu diluar selama sejam?

Ini menyadarkan JH-Kyung dan ia melihat jam, astaga, ia cuma punya waktu sekitar 40 menit untuk sampai rumah.
Han Kang baru akan bicara, besok pagi...
Tapi JH-Kyung sudah kabur dan teriak kalau ia terlambat!!

JH-Kyung bergegas masuk ke apartemen Yi Kyung. Tinggal 5 menit sebelum tengah malam, ia segera menyimpan semua bawaan-nya dan mengenakan baju yang dikenakan Yi Kyung sebelumnya
Tinggal 1 menit...
JH-Kyung sudah ganti baju dan segera berbaring dan teng! jam 12 malam. Fiuh..

Min Ho sampai rumah, ia memandangi foto Ji Hyun, lalu menjatuhkannya. Kacanya pecah dan Min Ho menangis di sofa.

Han Kang pergi ke RS dan memandangi Ji Hyun, lalu berkata dengan sarkastik, bagus sekali penampilanmu sekarang, kau biasanya sibuk menyombongkan diri, sekarang lihat, kau tertahan dengan tabung oksigen dan lainnya.

Han Kang mengeluarkan vas, mengisinya dengan air dan mawar pink. Lalu ia keluar dan Ji Hyun bergegas masuk. Ia tidak melihat Han Kang pergi karena terlalu gembira melihat pintu terbuka sehingga ia bisa masuk.

Ji Hyun melihat ayahnya tertidur di dekat bed-nya. Ji Hyun ngomel, ayahnya kuno karena berkeras tetap menjaga di sisinya.

Kepala Ayah Ji Hyun terayun saat tidur, Ji hyun berusaha menahan kepala ayahnya, tapi ia tidak bisa menyentuh-nya.
Ji Hyun mencoba memegang tangan ayahnya, tapi tidak bisa. Ji Hyun hanya meletakkan tangannya di atas tangan ayahnya dan minta agar ayahnya menunggu untuk beberapa minggu.

Ji hyun : Kak Min Ho, In Jung dan Seo Woo tidak mungkin mereka tidak akan menangis. Tapi orang tidak banyak menangis, kukira. Aku pikir orang akan menangis sepanjang hari memikirkanku.

Ji hyun memegang kalungnya. Ayahnya terbangun dengan terhuyung jalan dan mengecek monitor di dekat Ji Hyun. Lalu menghela nafas lega karena masih stabil. Ji Hyun sedih melihatnya.
Ji Hyun baru melihat mawar pink itu.

Dengan penuh gaya, JH-Kyung mencoba menuang air seperti pelayan lain..

tapi berakhir dengan menumpahkan-nya ke pelanggan...

Han Kang berdiri dan minta maaf, ia membersihkan kaki pelanggan itu lalu mejanya. Han Kang mendelik ke arah JH-Kyung dan menyeretnya pergi.

Han Kang mengajari JH-Kyung, bagaimana menuang air dengan benar, mengatur meja dan banyak hal.
JH-Kyung tepuk tangan, kau melakukannya dengan baik. JH-Kyung heran, bagaimana ia bisa melakukan itu.

Han Kang menyindir JH-Kyung, ia berkata belajar hanya dari kerja paruh waktu dan bukan dari pendidikan manajemen hotel.
JH-Kyung berkata ia sudah mengalami banyak hal berat dan tidak mengingat hal2 seperti itu.

Intinya JH-Kyung beralasan amnesia haha, kehilangan ingatan selektif. Ada kehilangan ingatan seperti itu jika kau mempelajarinya dari internet, dan itu terjadi di banyak drama. (kaya Kim Joo Won dong )

Han Kang minta JH-Kyung pergi ke Hotel Seoul dan minta surat bukti kalau Yi Kyung benar2 pernah kerja di Hotel Seoul.

Han Kang memberikan waktu 1 jam dan uang untuk naik taksi. Han Kang bahkan minta diambilkan stop watch.
JH-Kyung bergegas pergi. Han Kang hanya geleng2 kepala.

JH-Kyung sampai di Hotel Seoul untuk meminta surat rekomendasi kerja. Ada yang mengenali Yi Kyung. Wanita itu heran, kenapa Yi Kyung hidup seperti itu, pura-pura tidak mengenalnya.

JH-Kyung keluar dari kantor dan ia mengamati bagaimana para staf hotel membawa minuman dan melayani tamu. Lalu ia melihat Min Ho.

JH-Kyung mengikuti Min ho, ia ingin tahu Min Ho mau kemana.


JH-Kyung mengamati lift yang dinaiki Min Ho, apa mau ke restoran? Tapi Min ho sudah lewat lantai 10, sedangkan resto di lantai 5.

Saat JH-Kyung masih bingung, In Jung datang, ia juga menunggu lift disamping JH-Kyung.

JH-Kyung hampir memanggil nama In Jung tapi menahan diri. Tidak boleh ada yang tahu siapa dia, ia sudah janji.
JH-Kyung melihat kalau kak Min Ho berhenti di lantai 18. Isinya hanya kamar-kamar saja.

In Jung masuk ke lift. JH-Kyung mengikutinya. Ia menekan lantai 20. Tapi In Jung menekan lantai 18, nah kok sama dengan Min Ho ya.

In Jung keluar dari lift dan JH-Kyung mengikutinya diam-diam.

In Jung sampai di depan kamar dan Min Ho keluar. Min Ho melihat sekeliling, lalu menarik tangan In Jung masuk ke dalam kamarnya. Oh bad guy!

JH-Kyung syok. Ia jalan ke arah kamar mereka dengan linglung, bagaimana ini bisa terjadi.
Ini memicu ingatan Ji Hyun sesaat sebelum ia kecelakaan. Flashback..

Ternyata, setelah Ji Hyun memilih gaun untuk pendamping pengantin untuk In Jung, ia minta ijin memakai gaun itu dan keluar.

Saat mobil Ji Hyun berhenti di lampu merah, ia melihat Min Ho di mobil bersama In Jung.

Min Ho mencium tangan In Jung dan memeluknya!

Ji Hyun tidak percaya, ia menangis, ini konyol, apa yang kulihat itu tidak benar, ini tidak bisa terjadi.

Ji Hyun terus saja menyetir dan bicara sendiri, ini tidak mungkin terjadi, ini tidak masuk akal. Shin Ji Hyun, apa yang kau lakukan? kenapa kau melakukan hal mengerikan ini? mencurigai mereka.
Ji Hyun berkata akan tanya langsung pada keduanya.

Ji Hyun menjatuhkan ponselnya, dia melepas sabuk pengaman-nya dan membungkuk untuk mengambilnya. Honey...no cellphone while driving please!
Saat itulah ia melihat pria yang jatuh dari motornya dan berusaha menghindarinya lalu menabrak truk.

JH-Kyung ingat semua itu dan ia jatuh di lantai hotel diluar kamar mereka.

JH-Kyung duduk disitu menangis dan gemetaran.